Nama : Muhammad Agung Laksono
NPM : 57414056
Bab 2
KONSEP DESAIN PEMODELAN GRAFIK GRAFIK DALAM PENYAJIAN CHART
2.1 Desain
2.1.1 Proses perancangan grafis
diagram tersebut bisa diaplikasikan untuk bidang perancangan visual yang lain seperti: arsitektur, tekstil/fashion, produk, multimedia ,dll secara lebih detail, dijelaskan sbb:
konsep adalah hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan-tujuan, kelayakan dan segment/audience yang dituju. konsep bisa didapatkan daro pihak non grafis , antara lain ekonomi, politik, hukum budaya dll.yang ingin menterjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itu design grafis menjadi design komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visal contoh kasus: sebuah partai ‘x’ politik ingin menampilkan logonya sesuai dengan karakter partai dan anggotanya. Dengan mempelajarikehidupan/karakter partai tersebut, seorang designer dapat membuat kriteriaseperti :bersemangat, kokoh, keanekaragaman, dan berkandaskan agama.
Media adalah hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan-tujuan, kelayakan dan segment/audience yang dituju. konsep bisa didapatkan daro pihak non grafis , antara lain ekonomi, politik, hukum budaya dll.yang ingin menterjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itu design grafis menjadi design komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.
Ide/Gagasan untuk mencari ide yang krearif diperlukan study banding, literatur wawasan yang luas diskusi, wawancara dll agar design bisa efektif diterima audience dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide, diperlukan suatu per’gila‘an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan membenturkan/membuat suatu hal yang konflik/paradoks. contoh: slogan
persiapan Data berupa teks atau gabar terlebih dahulu harus kita pilahdan seleksi.Apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga harus bis aditampilakn lebih kecil, samar atu dibuang sama sekali. Data bisa berupa data informatif atau data estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data estetis bisa berupa bingkai background, efek garis-garis atau bidang. Untuk design menggunakan komputer, dat harus dalam format digital .file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke digital seperti scaer, cameraj digtal akan sangat membantu. tugas designer adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan yang utuh. Tujuan design grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara visual, oleh karena itu jangn sampai etetika mengorbankan pesan/informasi
visualisasi terbagi menjadi 3 bahasan, yaitu
• pemilihan warna
Setelah data kita sortir dengan skala prioritas, kini anda dapat menentukan warna yang cocok untuk karya anda. Pemilihan warna anda dapat ditentukan dari konsep analisa dan strategi yang ditentiukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah anda dapatkan dari proses anlisa dan strategi, tentu pekerjaan anda akan lebih mudah dan terarah
• layout
Layoutadalah usaha untuk membentuk, menata unsur-unsur graafis (teks dan gambar) menjadi media komunikasi yang efektif. jika data/unsur grafis dan warna yang akan dipakai telah dipastikan seelumnya, maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata letak/layout. Namun pekerjaajn ini memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti: Proporsi, keseimbangan, kesatuan, fokus, irama dan kontras. Kadang-kadang kita sulit untuk memenuhi semua kaidah tersebut kedalam design. Lebih muda jika kita fokus ada salah satu kaidah tersebut dan kompromi pada kaidah lainnya.
• finishing
Informasi dan data estetis telah tersusun rapi, namun namun masih kurang tetap ‘wah’ atau kurang megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya sesuai rencana , bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanman, teralis atau pagar, maka bangunan tersebut akan terasa belum selesai/ belum finishing. Begitu pula esign grafis, agar tampilan begitu megah dan mewh perlu penambahan detail berupa texure, efek , cahaya, dan bentuk-bentuk yang harmonis.Dalam halefek, software yang baik digunakan adalah adobeafter efect dan adobe photoshop bahkan 3DstudioMax.
produksi setelah design selesai, mak design sebaiknya lebih dahulu di profing (print preview sebelum cetak mesin). jika warna dan komponen grafis lain tidak ada kesalahan, maka design anda siap diperbanyak.
2.1.2 Komponen desain grafis
desain yang menekankan fungsi tanpa keindahan / estetika akan tidak menarik sehingga tidak komunikatif. ‘menarik’ atau ‘indah’ bisa dinilai dengan menggunakan mata (lahir) atau dengan hati (batin). anda bisa tertarik dengan (calon) pasang bisa karena pandangan pertama (mata) atau kepribadiannya (hati). desain bisa menarik karena indah dipandang atau konsepnya yang kreatif. keindahan yang dibahas lebih ditekankakn pada kemampuan mata sebagai penilai agar menarik mata (eye catching) diperlukan pengetahuan tentang unsur / komponen dalam desain grafis, antara lain :
Garis dalam kenyataan ‘garis’ itu tidaklah ada. jika anda kira rambut itu adalah garis, coba lihat dengan mikroskop, rambut terlihat dan terdiri dari banyak sel dengan bentuk-bentuk organis. garis tericpat dari adanya perbedaan warna, cahaya atau perbedaan jarak. tetapi dalam desain grafis, garis di definisikan sebagai sekumpulan titik yang di deretkan memenjang. garis di software grafis komputer sering disebut outline (coreldraw), countour atau stroke (adobe photoshop). setiap jenis garis memiliki karakter dan suasana yang berbeda. setiap garis menimbulkan kesan psikologis / persepsi tersendiri. misal garis yang membentuk ‘S’. sering dirasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. bandingkan dengan garis yang membentuk ‘Z’ terkesan tegas dan kaku. perasaan ini terjadi karena kita menyamakan dengan bentuk lengkung.
Bentuk bentuk disebut juga shape, dihasilkan dari garis-garis yang tersusun sedemikian rupa. bentuk ada yang berbentuk 2 dimensi (dwimatra) dan 3 dimensi (trimarta). setiap bentuk mempunyai arti tersendiri.
Warna Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer. Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.
Teks Tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf pada ruang untuk menciptakan kesan khusus, sehingga pembaca dapat membaca semaksimal mungkin. Adakalanya huruf menjadi sebuah uraian verbal yang perlu ditata ulang secara artistik, bukan sekedar visual statement, namun menjadi unsur penting sebuah media komunikasi grafis. Tipografi mengalami perkembangan dari cara manual/dengan tangan (hand drawn) hingga menggunakan komputer. Dengan komputer, penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan lebih cepat dengan pilihan huruf yang lebih variatif. Meski begitu dalam pemilihan huruf/font, harus diperhatikan karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Huruf yang artistik dapat memperkuat pesan dan kesan dengan segala kemungkinan pendekorasian. Sebagai contoh grup musik heavy metal tidak akan menggunakan logo grupnya dengan huruf Script seperti pada undangan pernikahan. Huruf apabila kita perhatikan ternyata tidak sesederhana yang seperti yang kita lihat secara sepintas. Setiap huruf memiliki bentuk yang yang unik yang membedakan satu huruf dengan huruf lainnya
Space/Ruang Dengan ruang, kita dapat merasakan jauh-dekat, tinggi-rendah, panjangpendek, kosong-padat, besar-kecil dan lain-lain. Ukuran tersebut bersifat relatif, ini tergantung terhadap apa pembandingnya. Ukuran-ukuran tersebut ada karena adanya perbandingan diantara keduanya. Jika kamar penuh dengan barang, tentu kita sulit bergerak karena perlu ruang sirkulasi. Begitu pula dalam desain grafis, kita memerlukan ruang untuk menempatkan komponen grafis seperti: gambar, teks, garis dan lain-lain tetapai jangan sampai menghabiskan ruang desain. Dengan demikian ruang kosong bukan berarti ruang yang tidak bermanfaat, justru ruang kosong adalah komponen desain grafis. Dengan memanfaatkan ruang kosong tersebut desain kita terlihat lebih mudah dicerna sehingga lebih komunikatif dan menarik.
2.1.3 Prinsip desain
Keselarasan merupakan prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan diantara bagian-bagian suatu karya. Keselarasan dalam desain merupakan pembentukan unsur-unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan, dan perpaduan yang masing-masing saling mengisi dan menimbang. Keselarasan (harmoni) bertindak sebagai faktor pengaman untuk mencapai keserasian seluruh rancangan penyajian.
Kesembandingan (proporsi) merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan elemen keseluruhan. Kesebandingan dapat dijangkau dengan menunjukkan hubungan antara:
• Suatu elemen dengan elemen yang lain
• Elemen bidang/ ruang dengan dimensi bidang/ruangnya,
• Dimensi bidang/ruang itu sendiri.
Irama (ritme) dapat kita rasakan. Ritme terjadi karena adanya pengulangan pada bidang/ruang yang menyebabkan kita dapat merasakan adanya perakan, getaran, atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain. Gerak dan pengulangan tersebut mengajak mata mengikuti arah gerakan yang terjadi pada sebuah karya.
Keseimbangan Tujuan utama sebuah karya diskomvis adalah menarik dilihat. Disain komunikasi visual sebagai media komunikasi yang bertujuan untuk mentransfer informasi secara jelas sekaligus estetis memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsur yang ada di dalamnya. Bentuk keseimbangan yang sederhana adalah keseimbangan simetris yang terkesan resmi atau formal, sedangkan keseimbangan asimetris terkesan informal dan lebih dinamis. Keseimbangan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain faktor tempat posisi suatu elemen, perpaduan antar elemen, besar kecilnya elemen, dan kehadiran lemen pada luasnya bidang. Keseimbangan akan terjadi bila elemen-elemen ditempatkan dan disusun dengan rasa serasi atau sepadan. Dengan kata lain bila bobot elemen-elemen itu setelah disusun memberi kesan mantap dan tepat pada tempatnya.
Penekanan Dalam setiap bentuk komunikasi ada beberapa bahan atau gagasan yang lebih perlu ditampilkan dari pada yang lain. Tujuan utama dalam pemberian penekanan (emphasis) adalah untuk mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan. Emphasis dapat dicapai misalnya mengganti ukuran, bentuk, irama dan arah dari unsur-unsur karya desain. Dalam penciptaan desain tidak seharusnya elemen yang ada menonjol semuanya, dalam artian sama kuatnya, sehingga terlihat ramai dan informasi atau apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan akan menjadi tidak jelas. Tampilnya emphasis merupakan strategi komunikasi.
2.2 Warna
2.2.1 Jenis warna
Penggunaan warna dalam desain grafis memiliki tujuan agar karya seorang desainer dapat “berbicara” kepada audience, dan dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikan oleh desainer tersebut. Artikel kali ini akan membahas tentang penggunaan warna dalam desain grafis. Artikel ini dibuat dengan merangkum dari beberapa sumber. Untuk lebih jelasnya mari terlebih dahulu kita mengenal apa itu warna.
Warna merupakan salah satu unsur yang penting dalam kehidupan manusia. Bumi kita memiliki banyak sekali warna. Warna yang terdapat di alam sangatlah penting bagi kita, karena dapat membantu kita beradaptasi untuk bertahan hidup di alam. Warna juga merupakan bagian penting dari seni visual kita. Dalam konsep modern, memanipulasi warna untuk mendapatkan efek yang diinginkan diyakini baik secara subjektif maupun teknis. Pada dasarnya, banyak warna yang kita lihat dibagi dalam beberapa kelompok. Warna yang berdiri sendiri bukan merupakan warna yang didapat melalui hasil pencampuran beberapa warna. yang termasuk kategori warna primer adalah:
1. merah
2. biru
3. kuning
Warna yang kita dapat berdasarkan hasil pencampuran warna primer. Yang termasuk kategori warna sekunder adalah:
1. hijau
2. ungu
3. orange
4. abu-abu, dan lain-lain
Selain itu terdapat pula Kumpulan warna utama yang terdiri dari : Merah, Oranye, Kuning, Hijau, Biru, dan Ungu. Namun menurut Sir Issac Newton ada 7 warna utama yaitu: Merah, Oranye, Kuning, Hijau, Nila, dan Ungu. Namun warna favorit seorang seniman untuk menghasilkan impresi yang kuat terdiri dari satu lusin warna yaitu: hitam, abu-abu, putih, merah muda, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, coklat dan biru langit.
Seorang ahli menyatakan bahwa : Warna bukan merupakan sifat dasar cahaya namun sering berkaitan dengan respon fisiologis mata terhadap cahaya. Warna benda tergantung pada bentuk objek dalam lingkungannya juga karakterisitik mata dan otak dalam mengamati benda tersebut. Hal ini meyakini bahwa mata manusia dapat membedakan rbuan warna yang berbeda-beda. Sebagian besar manusia memiliki tiga jenis reseptor warna, organ-organ yang menerima warna dan mengirimkan mereka ke otak, tapi ada pula banyak hewan, seperti beberapa spesies laba-laba, beberapa marsupial, burung, reptil, beberapa jenis ikan, juga beberapa manusia berjenis kelamin perempuan, memiliki empat jenis reseptor. Hal ini menjelaskan kenapa wanita bisa membedakan lebih banyak warna.
Mata menerima cahaya yang dipantulkan dari permukaan obyek dan mengirimkannya ke otak yang kemudian bertindak atau bereaksi dengan menciptakan impuls berdasarkan pada ‘warna’ cahaya yang masuk, yang kemudian mengontrol perilaku seseorang atau hewan. Hal ini seperti kita tersenyum pada bayi, tersenyum tetapi berpaling atau meringis pada bayi yang sedang menangis. Dengan cara yang sama, penelitian telah menunjukkan bahwa orang bereaksi dengan cara yang berbeda untuk warna yang berbeda. Asumsi ini juga tergantung pada budaya, periode waktu dan aspek religius. Ini adalah fakta membuktikan bahwa ketika kita melihat makanan berwarna merah, kita cenderung untuk merasa lebih cepat lapar daripada ketika kita melihat makanan yang berwarna pucat .
Berikut ini adalah warna dan pengaruh positif dan negatif-nya terhadap suasana hati seseorang maupun hewan. Warna digunakan secara ekstensif dalam bahasa. Ada peribahasa, pepatah, kata kerja phrasal dan beberapa ekspresi umum digunakan dalam perumpamaan dan metafora (‘warna idiom’) untuk mengekspresikan suasana hati, perasaan dan perilaku manusia dan hewan. Kata-kata itu antara lain:
1. 1. “White Lies”
2. “Perjanjian Hitam diatas Putih”
3. “Green Card”
4. “I Feel blue”, dll.
Warna juga digunakan untuk mewakili ras manusia yang berbeda: orang kulit putih (Kaukasia ), orang kulit hitam (Ethiopia atau ras hitam), orang-orang berkulit kuning (Mongolia),orang berkulit kayu manis coklat berwarna (ras Amerika atau wajah merah), dan orang-orang berkulit coklat (ras Melayu). Orang-orang yang bekerja dengan warna dalam profesi atau pekerjaan mereka harus memiliki beberapa pengetahuan dasar tentang ilmu warna dan kombinasi warna, dan bagaimana warna mempengaruhi suasana hati manusia dan hewan. Warna dapat berubah ke nuansa yang berbeda tergantung pada materi yang di proyeksikan (dicetak). Sebuah warna tertentu mungkin terlihat pucat bila digunakan pada selembar kain yang menyerap cairan, dan warna yang sama terlihat cerah bila digunakan pada kertas mengkilap, namun terlihat dengan warna berbeda bila digunakan pada selembar plastik. Dan kombinasi warna yang dibuat pada layar komputer mungkin tidak sama saat dicetak di atas kertas, bukan berarti berubah menjadi warna yang berbeda, tetapi memberikan sebuah efek warna yang agak berbeda dari aslinya.
Untuk mendapatkan penguasaan atas penggunaan kombinasi warna, seniman, pelukis atau grafis desainer maupun logo desainer harus memiliki beberapa pengetahuan dasar tentang dinamika dan terminologi kombinasi warna dan warna, dan cara penggunaan warna dalam desain grafis. Beberapa pengetahuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. CHROMATICS : Studi tentang fisiologis warna.
2. Psikologis Warna: Studi mengidentifikasi efek warna pada emosi dan aktivitas manusia
3. Terapi chromatic: Menggunakan psikologi warna secara ilmiah (‘terapi berwarna’ digunakan sebagai bentuk pengobatan alternatif dikaitkan dengan berbagai tradisi Timur)
4. Teori warna : Seni pencampuran warna dan dampak visual dari kombinasi warna
5. Kode warna : sebuah sistem untuk menampilkan informasi menggunakan warna yang berbeda
6. Kontras warna : “Ilusi optik” – suatu kondisi di mana mata (persepsi warna atau visi) dimanipulasi menjadi percaya sesuatu yang tidak ada atau sesuatu yang tidak apa itu sebenarnya.
Ketika kita membahas warna dan web-desain pada komputer, desainer didorong untuk tetap berpegang pada ‘web-safe’ warna aman yang terdiri dari 216 warna yang umum digunakan. Namun, David Lehn dan Hadly Stern, telah menemukan bahwa hanya 22 dari 216 warna yang digunakan dalam web-desain yang andal dan konsisten (pada 16-bit display komputer). Formasi 22 warna dapat dianggap “benar-benar aman” untuk digunakan dalam web-desain karena relatif konsisten.
Fakta lain yang harus diketahui web-desainer atau profesional lainnya, dalam menggunakan kombinasi warna harus diingat adalah bahwa tidak semua orang dapat mengidentifikasi semua warna. Orang yang tidak bisa mengenali semua warna umumnya disebut ‘buta warna’. Pada beberapa orang parsial mata, penuaan dan defisit warna bawaan semua menghasilkan perubahan persepsi warna yang menghasilkan penurunan efektivitas visual kombinasi warna tertentu. Sebuah kombinasi dari dua atau tiga warna yang kontras tajam dengan seseorang dengan penglihatan normal mungkin kurang jelas atau bahkan membingungkan untuk seseorang dengan buta warna.
Oleh karena itu, desainer web seharusnya tidak menganggap desain mereka bisa diterima oleh setiap orang. Branding atau desain logo adalah seni memberikan simbol atau ikon untuk produk komersial perusahaan atau hanya sebagai simbol pengakuan untuk klub atau asosiasi. Sebuah desain logo adalah simbol yang paling mudah diingat dan sering ditampilkan oleh sebuah bisnis. Hal ini menyebabkan “warna” memainkan peranan utama dalam menciptakan desain logo. Ada tiga jenis logo:
1. Logo teks – Terdiri atas kata-kata sederhana tanpa gambar, desain atau simbol yang menjelaskan sifat dari bisnis tertentu
2. Logo simbol – Terdiri atas gambar, desain atau simbol tetapi tanpa kata-kata tertulis
3. Teks dan simbol logo – gabungan antara beberapa kata-kata tertulis dan gambar, desain atau simbol di dalamnya.
Ini adalah fakta yang sangat terkenal bahwa pikiran manusia didesain untuk menanggapi warna, dan pikiran bawah sadar seseorang merubah warna menjadi pesan, dan bahwa warna dapat mempengaruhi pendapat seseorang dalam waktu kurang dari yang dibutuhkan mata untuk berkedip. Beberapa logo desainer yang tanpa pengetahuan dasar seringkali mengabaikan pilihan warna di logo kliennya, dan klien mungkin kehilangan / pelanggan potensial nya atau klien bukannya memikat mereka.
2.2.2 Tabel warna
The colors of the visible light spectrum
- NamaContohKode warna#80808012812812858, 50, 47, 00, 0, 50#0000FF0025595, 73, 0, 0240, 100, 100#00008000128100, 99, 56, 46240, 100, 50#00FFFF0255255100, 0, 0, 0180,100,100#964B0015075059, 82, 100, 4330, 100, 59#FFD70025521500, 17, 94, 051, 100, 100#00FF000255062, 0, 100, 0120, 100, 100#00000000093, 88, 89, 900, 0, 0#FFFF0025525500, 0, 255, 060, 100, 100#FF00FF25502550, 100, 0, 0300, 100, 100#FF007F25501270, 100, 50, 0330, 100, 100#FF0000255000, 255, 255, 00, 100, 100#800000128000, 255, 255, 1270, 100, 50#FFC0CB2551922030, 63, 52, 0350, 25, 100#6F00FF111025557, 100, 0, 0266, 100, 100#FF7F0025512700, 50, 100, 030, 100, 100#C0C0C01921921920, 0, 0, 630, 0, 75#FFFFFF2552552550, 0, 0, 00, 0, 100#BF00FF191025525, 100, 0, 0285, 100, 100#8F00FF143025544, 255, 0, 0274, 100, 100#80800012812800, 0, 100, 5060, 100, 50
- Nama Warnakode Hex
RGBkode Desimal
RGBWarna dasar MerahMerah IndianCD 5C 5C205 92 92Koral terangF0 80 80240 128 128SalmonFA 80 72250 128 114Salmon gelapE9 96 7A233 150 122Salmon terangFF A0 7A255 160 122KrimsonDC 14 3C220 20 60MerahFF 00 00255 0 0Batu bataB2 22 22178 34 34Merah tua8B 00 00139 0 0Warna dasar Merah JambuMerah mudaFF C0 CB255 192 203Merah muda terangFF B6 C1255 182 193Merah muda panasFF 69 B4255 105 180Merah muda dalamFF 14 93255 20 147MediumVioletRedC7 15 85199 21 133PaleVioletRedDB 70 93219 112 147Warna dasar OranyeSalmon terangFF A0 7A255 160 122KoralFF 7F 50255 127 80TomatFF 63 47255 99 71Merah oranyeFF 45 00255 69 0Oranye tuaFF 8C 00255 140 0OranyeFF A5 00255 165 0Warna dasar KuningEmasFF D7 00255 215 0KuningFF FF 00255 255 0Kuning terangFF FF E0255 255 224LemonChiffonFF FA CD255 250 205LightGoldenrodYellowFA FA D2250 250 210PapayaWhipFF EF D5255 239 213MoccasinFF E4 B5255 228 181PeachPuffFF DA B9255 218 185PaleGoldenrodEE E8 AA238 232 170KhakiF0 E6 8C240 230 140DarkKhakiBD B7 6B189 183 107Warna dasar UnguLavenderE6 E6 FA230 230 250ThistleD8 BF D8216 191 216PlumDD A0 DD221 160 221VioletEE 82 EE238 130 238OrchidDA 70 D6218 112 214FuchsiaFF 00 FF255 0 255MagentaFF 00 FF255 0 255MediumOrchidBA 55 D3186 85 211MediumPurple93 70 DB147 112 219BlueViolet8A 2B E2138 43 226DarkViolet94 00 D3148 0 211DarkOrchid99 32 CC153 50 204DarkMagenta8B 00 8B139 0 139Purple80 00 80128 0 128Indigo4B 00 8275 0 130SlateBlue6A 5A CD106 90 205DarkSlateBlue48 3D 8B72 61 139Warna dasar HijauGreenYellowAD FF 2F173 255 47Chartreuse7F FF 00127 255 0LawnGreen7C FC 00124 252 0Lime00 FF 000 255 0LimeGreen32 CD 3250 205 50PaleGreen98 FB 98152 251 152LightGreen90 EE 90144 238 144MediumSpringGreen00 FA 9A0 250 154SpringGreen00 FF 7F0 255 127MediumSeaGreen3C B3 7160 179 113SeaGreen2E 8B 5746 139 87ForestGreen22 8B 2234 139 34Green00 80 000 128 0DarkGreen00 64 000 100 0YellowGreen9A CD 32154 205 50OliveDrab6B 8E 23107 142 35Olive80 80 00128 128 0DarkOliveGreen55 6B 2F85 107 47MediumAquamarine66 CD AA102 205 170DarkSeaGreen8F BC 8F143 188 143LightSeaGreen20 B2 AA32 178 170DarkCyan00 8B 8B0 139 139Teal00 80 800 128 128Warna dasar BiruAqua00 FF FF0 255 255Cyan00 FF FF0 255 255LightCyanE0 FF FF224 255 255PaleTurquoiseAF EE EE175 238 238Aquamarine7F FF D4127 255 21240 E0 D064 224 208MediumTurquoise48 D1 CC72 209 204DarkTurquoise00 CE D10 206 209CadetBlue5F 9E A095 158 160SteelBlue46 82 B470 130 180LightSteelBlueB0 C4 DE176 196 222PowderBlueB0 E0 E6176 224 230LightBlueAD D8 E6173 216 230SkyBlue87 CE EB135 206 235LightSkyBlue87 CE FA135 206 250DeepSkyBlue00 BF FF0 191 255DodgerBlue1E 90 FF30 144 255CornflowerBlue64 95 ED100 149 237MediumSlateBlue7B 68 EE123 104 238RoyalBlue41 69 E165 105 225Blue00 00 FF0 0 255MediumBlue00 00 CD0 0 205DarkBlue00 00 8B0 0 139Navy00 00 800 0 128MidnightBlue19 19 7025 25 112Warna dasar CoklatCornsilkFF F8 DC255 248 220BlanchedAlmondFF EB CD255 235 205BisqueFF E4 C4255 228 196NavajoWhiteFF DE AD255 222 173WheatF5 DE B3245 222 179BurlyWoodDE B8 87222 184 135TanD2 B4 8C210 180 140RosyBrownBC 8F 8F188 143 143SandyBrownF4 A4 60244 164 96GoldenrodDA A5 20218 165 32DarkGoldenrodB8 86 0B184 134 11PeruCD 85 3F205 133 63ChocolateD2 69 1E210 105 30SaddleBrown8B 45 13139 69 19SiennaA0 52 2D160 82 45BrownA5 2A 2A165 42 42Maroon80 00 00128 0 0Warna dasar PutihWhiteFF FF FF255 255 255SnowFF FA FA255 250 250HoneydewF0 FF F0240 255 240MintCreamF5 FF FA245 255 250AzureF0 FF FF240 255 255AliceBlueF0 F8 FF240 248 255GhostWhiteF8 F8 FF248 248 255WhiteSmokeF5 F5 F5245 245 245SeashellFF F5 EE255 245 238BeigeF5 F5 DC245 245 220OldLaceFD F5 E6253 245 230FloralWhiteFF FA F0255 250 240IvoryFF FF F0255 255 240AntiqueWhiteFA EB D7250 235 215LinenFA F0 E6250 240 230LavenderBlushFF F0 F5255 240 245MistyRoseFF E4 E1255 228 225Warna dasar Abu-abuGainsboroDC DC DC220 220 220LightGreyD3 D3 D3211 211 211SilverC0 C0 C0192 192 192DarkGrayA9 A9 A9169 169 169Gray80 80 80128 128 128DimGray69 69 69105 105 105LightSlateGray77 88 99119 136 153SlateGray70 80 90112 128 144DarkSlateGray2F 4F 4F47 79 79Black00 00 000 0 0
2.3 Tipografi
2.3.1 Teori
Pengertian Tipografi (Typography) adalah tata huruf yang merupakan suatu tehnik manipulasi huruf dengan mengatur penyebarannya pada suatu bidang yang tersedia untuk membuat kesan tertentu dengan tujuan kenyamanan semaksimal mungkin pada saat membacanya baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh sehingga maksud dan arti dari tulisan dapat tersampaikan dengan sangat baik secara visual kepada pembaca.
Pengertian Tipografi menurut Roy Brewer (1971) Pengertian Tipografi sendiri memiliki pengertian sangat luas yang mencakup penyusunan dan bentuk halaman, atau setiap barang cetak, tipografi dapat juga diartikan pemilihan, penataan dan berbagai hal yang berhubungan dengan pengaturan baris-baris serta susunan huruf (typeset), tidak termasuk didalamnya bentuk ilustrasi dan unsur-unsur lain yang bukan susunan huruf pada halaman cetak.
Tehnik Tipografi tidak terbatas pada pemilihan jenis huruf saja, ukuran huruf, bentuk huruf ataupun kecocokan dengan tema. Tetapi meliputi juga pengaturan tata letak vertikal/horizontal pada area desain. Tehnik Tipografi telah digunakan diberbagai bidang seperti desain web, desain grafis, desain produk, majalah, undangan, percetakan, dll.
Sejarah Tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini digunakan bangsa Indian Sioux dan Viking dari Norwegia. Kemudian di Mesir dikenal jenis huruf Hieratia yang dikenal dengan nama Hieroglif pada abad 1300 SM. Bentuk Tipografi merupakan akar dari bentuk Demotia, yang ditulis dengan pena khusus. Tehnik Tipografi terus berkembang hingga di Kreta, hingga Yunani dan keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi terjadi pada abad 8 SM di Roma, ketika itu pemerintahan Romawi mulai membentuk kekuasannya. Dikarenakan bangsa Romawi tidak mempunyai tulisan sendiri maka mereka mulai mempelajari tehnik penulisan masyarakat Italia yaitu Etruska dan kemudian menyempurnakannya sehingga terbentuklah jenis tulisan / huruf Romawi.
Perkembangan tipografi saat ini telah disentuh oleh perkembangan komputerisasi, sehingga dalam tehnik pembuatan tipografi menjadi lebih mudah dan lebih singkat penyelesaiannya dengan penggunaan jenis huruf yang berjumlah ratusan atau lebih. Terkadang secara tidak sadar, kita sering berhubungan dengan tipografi hampir setiap saat. Seperti koran atau majalah yang sering kita baca, label pakaian yang biasa kita gunakan dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
2.3.2 Klasifikasi tipografi
Ada beberapa klasifikasi Tipografi, yaitu :
Blackletter / Old English / Textura, menyerupai tulisan tangan (script) yang terkenal pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman popular gaya gothic dan di Negara Irlandia dikenal gaya Celtic.
Humanis / Venetian, Serupa tulisan tangan (script) gaya romawi di Italia. Disebut humanis karena bentuk goresannya serupa tulisan tangan manusia.
Old Style, Bentuk huruf serif yang berupa metal type, model penulisan seperti ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
Transitional, Bentuk huruf serif, terlahir sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean, diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.
Modern / Didone, Bentuk huruf serif, digunakan akhir abad 17, memasuki zaman Modern.
Slab serif / Egytian, Bentuk huruf serif, digunakan sekitar abad 19, kadang disebut Egytian karena bentuknya yang menyerupai gaya seni dan arsitektur Mesir kuno
Display / dekoratif, muncul pada abad 19, untuk memenuhi kebutuhan di dunia periklanan. Huruf ini gampang dikenali karena ukuranya yang besar.
Script dan cursive, bentuknya menyerupai tulisan tangan manusia. Script, bentuk hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung, sedangkan Cursive tidak.
Dan ada juga klasifikasi Tipografi berdasarkan bentuk hurufnya
Roman, Ciri-ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip di ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkannya adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
Egyptian, Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.
Sans Serif, Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
Script, Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.
Miscellaneous, Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
2.3.3 Prinsip Utama Tipografi
Sebagai salah satu pembahasan dalam ilmu desain, tipografi memiliki prinsip yang sama dengan berbagai ilmu desain lainnya: membuat sesuatu menjadi beguna, dan mudah digunakan. Dalam konteks tipografi, tentunya hal ini diaplikasikan ke teks. Fungsi utama dari tipografi ialah membuat teks menjadi berguna dan mudah digunakan. Artinya? Tipografi berbicara tentang kemudahan mengenali setiap huruf dan kata (legibility) dan kemudahan membaca teks (readability).
Kemudahan mengenali setiap huruf dan kata (legibility) dalam tipografi adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu karakter / rupa huruf / tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:
1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan siripan, kontras goresan, dan sebagainya.
2. Penggunaan warna
3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Kemudahan membaca teks (readability) dalam tipografi adalah tingkat kenyamanan / kemudahan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:
1. Jenis huruf
2. Ukuran
3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
4. Kontras warna terhadap latar belakang
Tipografi menghidupkan teks dalam sebuah tulisan. Tipografi membuat teks menjadi menarik, sehingga pembaca penasaran dan ingin membaca teks. Tipografi memenjara pembaca dalam teks: sekali pembaca mulai membaca, berhenti membaca dan melakukan hal lain akan menjadi sulit. Tipografi diciptakan untuk menghargai konten (teks) dengan memaksimalkan penampilan koten tersebut, dan tipografi diciptakan untuk memanjakan pembaca dengan memberikan pengalaman yang menarik dalam membaca teks.
2.4 Tata Letak (Layout)
2.4.1 Teori
Layout didalam bahasa Indonesia memiliki arti tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemen-elemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll) menjadikan komunikasi visual yang komunikatif, estetik dan menarik. Di sini diperlukan pertimbangan ketika sedang mendesain suatu infomasi yang seefektif mungkin. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan tata letak (layout) :
Kesederhanaan, Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan daya tangkap rata-rata manusia di dalam menerima informasi. Secara insting manusia menginginkan kesederhanaan dalam menerima informasi. Namun dalam penyederhanaan juga harus memperhatikan segmen kepada siapa informasi itu akan disampaikan.
Kontras, Amat diperlukan guna menarik perhatian, memberi penekanan terhadap elemen atau pesan yang ingin disampaikan. Berikut ini tips yang dapat menarik perhatian terhadap pesan yang akan disampaikan, yaitu menggunakan style bold dan italic pada body teks, memilihkan huruf display yang lebih atraktif, gunakan kontras warna, ada tekstur dalam latar belakang, memperbesar bagian tertentu yang ingin ditonjolkan.
Keseimbangan, Suatu hal yang amat penting dalam penyampaian suatu informasi. Keseimbangan dapat merupakan keseimbangan yang formal, dengan susunan yang simetris. Susunan yang simetris mampu memberi kesan yang formal, seimabang, dapat dipercaya dan mapan. Sebaliknya susunan yang asimetris sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu dinamika, energi serta pesan yang tidak formal.
Keharmonisan, Maksud dari harmoni ialah memiliki keselarasan antara satu elemen dengan elemen grafis yang lain. Harmoni dapat diwujudkan dalam 2 bentuk, yaitu: a. Harmoni dari segi bentuk, Harmoni yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian dalam penempatan elemen grafis. Hal itu dapat dilihat dari segi bentuk dan ukurannya apakah itu kartu nama, stiker, poster dan sebagainya. Pemilihan bentuk huruf juga memiliki peranan yang penting sebagaimana untuk tujuan apa desain itu dibuat. b. Harmoni dari segi warna, Warna memiliki pengaruh yang amat besar, karena tiap-tiap warna memiliki sifatnya masing-masing, seperti merah yang memiliki arti berani, biru yang memiliki kesan tenang dan lain sebagainya. Lihat kembali tujuan dari desain yang telah dibuat, karena ketepatan dalam memilih
Stressing, Dalam pengertian bahasanya disebut sebagai sebuah penekanan, memiliki fungsi untuk memberikan titik-titik tertentu yang memperoleh fokus perhatian. Streesing lebih mengarah kepada titik perhatian atau eye catching dalam suatu publikasi. Pada sebuah karya grafis memungkinkan adanya lebih dari satu stressing, namun harus dibedakan mana yang akan dijadikan fokus utama agar tidak mengesankan berebut perhatian yang akhirnya membuat pesan didalamnya menjadi tidak efektif.
2.4.2 Jenis tata letak (Layout)
Pada dasarnya ada empat tipe layout yang dapat dibedakan berdasarkan pola aliran bahan dalam proses operasi produksi yaitu production-line layout, process layout, fixed position layout dan group technology layout.
Product Layout, Fasilitas produksi yaitu mesin-mesin produksi dan perangkat penunjang disusun secara berantai mengikuti urutan proses operasi pembuatan produk. Salah satu keuntungan dari tataletak fasilitas yang mengikuti proses operasi adalah proses operasi produksi dilantai pabrik relatif mudah dilakukan oleh supervisor. Sedangkan kerugiannya adalah susunan ini membuat layout kurang fleksiel sehingga sulit digunakan untuk menangani produk yang beragam. Keuntungan lain adalah layout ini memiliki aliran bahan dengan pola lurus (straight line flow) ataupun pola U (U turn flow) sehingga sistem pemindahan bahan relative efisien. Layout ini pada umumnya digunakan pada proses assembly (assembly-line production)
Process layout, Layout tipe proses mengelompokkan fasilitas produksi berdasarkan kesamaan fungsi. Produk-produk dilantai pabrik dikerjakan secara berpindah-pindah dari kelompok fsilitas yang satu ke kelompok fasilitas lain mengikuti urutan proses operasi pengerjaan produk tersebut. Keuntungan dari layout ini adalah fleksibilitas proses operasi cukup tinggi namun menimbulkan kerugian pada sistem pemindahan bahan yang sangat kompleks dan mahal karena aliran bahan berpola zigzag (zigzag flow). Layout ini juga membutuhkan luas lantai yang relatif besar. Layout ini cukup baik jika digunakan dalam batch production job shop
Fixed position layout, Berbeda dengan kedua tipe layout diatas, pada layout tipe ini fasilitas produksi yang berpindah-pindah ke tempat di mana operasi meisn tersebut dibutuhkan. Layout tipe ini hanya digunakan pada pembuatan produk-produk besar seperti kapal, banguna, Bandar udara dan produk-produk berukuran besar lainnya. Para operator mesin beserta seluruh mesn-mesin produksi dan perangkat pendukung dibawa ke lokasi pembuatan produk. Layout ini memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi dan aliran bahan yang sangat rendah karena fasilitas produksi ditempatkan dimana operasi dilakukan. Tetapi biaya pemindahan fasilitas akan tinggi karena harus selalu berpindah-pindah ke tempat dimana fasilitas tersebut dibutuhkan. Dengan demikian, efek biaya yang ditimbulkannya terhadap biaya produksi pada umumnya cukup tinggi
Group technology layout, Yaitu pengelompokan mesin-mesin ke dalam sel mesin dan part-part ke dalam family part berdasarkan kesamaaan desain dan urutan proses (flow process). Tata letak tipe ini didasarkan pada pengelompokan produk atau komponen yang dibuat. Produk-produk yang tidak identik dikelompokan berdasarkan langkah-langkah pemrosesan, bentuk, mesin atau peralatan yang dipakai bukan berdasarkan pada kesamaan jenis produk akhir seperti halnya pada tipe produk layout. pada group layout, mesin-mesin dan falsilitas produksi dikempokan dan ditempatkan dalam sebuah manufacturing cell. karena disini setiap kelompok produk akan memiliki urutan proses yang sama, maka akan menghasilkan tingkat efisiensi yang tinggi dalam proses manufacturing.
2.4.3 Teknik Layout
Teknik Layout adalah seni atau keterampilan penempatan gambar dan tulisan. Media cetak seperti Majalah dan Buletin memerlukan seorang layouter yang akan menata teks (tulisan) dan gambar (foto, ilustrasi, grafis) sedemikian rupa hingga enak dipandang dan dibaca. Secara bahasa, layout artinya "susunan", "tata letak", atau "tata ruang", yakni menyusun/menata teks, gambar, halaman, iklan, jenis huruf, ukuran huruf, warna, dan sebagainya dalam desain majalah atau buletin, juga suratkabar, brosur, pamflet, dan media cetak lainnya. Berikut beberapa teknik dasar layout :
1. Header adalah area diantara sisi atas kertas dan margin atas.
2. Judul/ head/haeding/headline, Suatu tulisan biasanya diawali oleh sebuah atau beberapa kata singkat yang disebut judul. Judul dibuat ukuran besar untuk menarik perhatian pembaca dan membedakannya dari elemen layout lainnya. Selain dari ukuran, pemilihan sifat yang tercermin dari jenis huruf yang dipilih juga harus menarik, karena segi estetik pada judul lebih diprioritaskan. Misalnya dapat menggunakan huruf-huruf yang bersifat dekoratif dan tidak terlalu formal.
3. Deck/ Blurb/ Standfirst Deck adalah gambaran singkat tentang topik yang dibicarakan pada isi tulisan (bodytext). Letaknya bervariasi tapi biasanya antara judul dengan isi. Fungsi deck yaitu sebagai pengantar sebelum orang membaca isi tulisan, dengan ciri: ukuran hurufnya lebih kecil dari judul tapi tidak sekecil huruf pada isi, jenis huruf yang digunakan berbeda dengan judul, dapat menggunakan jenis huruf yang sama tetapi warna deck dibedakan dengan judul dan isi tulisan (bodytext).
4. Initial caps Merupakan huruf awal yang berukuran besar dari kata pertama pada paragraf. Karena lebih bersifat estetis, tidak jarang hanya terdapat satu initial caps di dalam satu naskah.
5. Kotak/ Box/ Bingkai/ Border/ Frame Kotak biasanya berisi tulisan yang bersifat tambahan dari tulisan utama. Bila letaknya dipinggir halaman disebut dengan sidebar. Penggunaan Kain Sintetis dan Kain Tradisional di Indonesia Garis sebagai pembagi area.
6. Artworks adalah semua jenis karya seni bukan fotografi baik berupa ilustrasi, kartun, atau sketsa. Pada situasi tertentu, artworks atau clip art seringkali menjadi pilihan yang lebih dapat diandalkan dibanding- kan bila memakai teknik fotografi, karena dapat menyajikan informasi menjadi lebih menarik.
7. Footer adalah area diantara sisi bawah kertas dan margin bawah.
8. Kicker/Eyebrows Kicker atau eyebrows adalah sebuah tulisan yang menunjukkan bab atau topik yang sedang dibaca.
9. Callouts merupakan keterangan yang menyertai elemen visual, biasanya ditulis dalam suatu bidang atau memiliki garis-garis yang menghubungkannya dengan bagian-bagian dari elemen visualnya.
10. Byline/ Credit Line/ Writer’s credit Byline atau Credit Line adalah nama seseorang yang menjadi penulis atau pengarang yang mengisi bagian isi atau bodytext.
11. Caption adalah keterangan yang menyertai elemen visual. Biasanya dicetak dalam ukuran kecil dan dibedakan gaya atau jenis hurufnya dengan bodytext dan elemen teks lainnya.
12. Foto merupakan elemen penting karena dapat menjelaskan isi pesan pada tulisan yang dibuat. Foto mempunyai kekuatan untuk memberi kesan sebagai "dapat dipercaya"
13. Sidebar merupakan nama situs yang dapat dikunjungi oleh pembaca untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang isi dari tulisan tersebut.
14. Point Bullets merupakan suatu daftar atau list yang mempunyai beberapa baris berurutan kebawah, biasanya di depan tiap barisnya diberi penanda berupa angka (numbering) atau simbol (digbats).
15. Informational graphic atau infographic merupakan fakta-fakta dan data-data statistik dari hasil survey dan penelitian yang disajikan dalam bentuk grafik (chart), diagram, tabel, dan peta.
16. Signature/ Mandatories
17. Nomor halaman/ page bertujuan untuk mengingatkan pembaca dalam mengingat halaman mana saja yang sudah dibaca.
18. Indent adalah baris pertama paragraf yang menjorok masuk ke dalam, sedangkan hanging indent adalah kebalikannya, yaitu baris pertama tetap pada posisi dan baris-baris di bawahnya menjorok masuk ke dalam.
19. Subjudul/ subhead/ crosshead adalah sebuah sebuah judul kecil yang berada dalam isi atau bodytext. Tulisannya harus dapat menarik perhatian pembaca, biasanya tulisannya diberi warna lain dan di pertebal.
20. Pull quotes atau Lifttouts, merupakan elemen layout yang menerangkan Bodyext atau garis besar dari isi.
21. Isi atau bodytext tulisan, merupakan elemen layout yang paling banyak memberikan informasi terhadap topik bahasan. Keberhasilan suatu bodytext ditentukan oleh judul dan deck yang menarik, sehingga pembaca meneruskan keingintahuan akan informasi yang lengkap, serta gaya penulisan yang menarik dari bahasan tersebut.
22. Running head/ Running headline/ running title/ running feet/ runners, merupakan judul buku, bab atau topik yang sedang dibaca, nama pengarang atau informasi lainnya yang berulang-ulang ada pada tiap halaman dan posisinya tidak berubah. Running head bisa ditempatkan di header atau footer.
2.5 Logo
2.5.1 Teori & Tips Logo
Logo berasal dari Bahasa Yunani yaitu Logos , yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, akal budi. Pada awalnya yang lebih populer adalah istilah logotype, bukan logo. Pertama kali istilah logotype muncul tahun 1810-1840, diartikan sebagai tulisan nama entitas yang didesain secara khusus dengan menggunakan teknik lettering atau memakai jenis huruf tertentu logotype adalah elemen tulisan saja. (Rustan, 2009: 12).
Logo adalah penyingkatan dari logotype. Istilah logo baru muncul tahun 1937 dan kini istilah logo lebih populer daripada logotype. Logo bisa menggunakan elemen apa saja, berupa tulisan, logogram, gambar, ilustrasi, dan lain-lain. Banyak juga yang mengatakan logo adalah elemen gambar/ simbol pada identitas visual. (Rustan, 2009: 13).
Selanjutnya, Sularko, dkk (2008: 6) dalam buku “How Do They Think,” mengemukakan bahwa logo atau corporate identity atau brand identity adalah sebuah tanda yang secara langsung tidak menjual, tetapi memberi suatu identitas yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran yang signifikan, bahwa logo mampu membantu membedakan suatu produk atau jasa dari kompetitornya. Suatu logo diperoleh maknanya dari suatu kualitas yang disimbolkan, melalui pendekatan budaya perusahaan (corporate culture),penempatan posisi (positioning) historis atau aspirasi perusahaan, apa yang diartikan atau dimaksudkan adalah penting daripada seperti apa rupanya. Penekanannya pada makna di luar atau dibalik wujud logo itu. Secara keseluruhan logo merupakan instrumen rasa harga diri dan nilai-nilainya mampu mewujudkan citra positif dan dapat dipercaya.
Sejarah Logo di IndonesiaEksistensi logo atau corporate identity di Indonesia mulai dari zaman VOC (1602-1799), VOC singkatan dari Verenigde Oost-Indische Compagnie (The Dutch East India Company), perusahaan milik pemerintah Belanda yang komoditi usahanya meliputi rempah-rempah, kopi, teh, tembakau, juga sutra dan porselain Cina dan Jepang. Operasionalnya di kepulauan Maluku, Jawa, dan Ceylon. Identitas VOC saat itu masih disebut monogram (sekarang istilah monogram masih digunakan dan memiliki nilai komersial seperti juga logo atau corporate identity). Diterapkan di gedung, bedeng, pabrik, kapal, bendera, kanon, pedang, alat senjata lainnya. Penerbitan, kertas, barang pecah-belah, lemari dan peti kemas. Dalam dua dekade belakangan ini, sering perkembangan dan pertumbuhan dunia usaha di Indonesia, citra perusahaan yang positif dan khas makin diperlukan dalam penampilannya. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang jasa desain juga tumbuh sejak 1940-an, beriringan dengan tumbuhnya institusi atau lembaga pendidikan dibidang jasa desain grafis, seperti ITB (Institusi Teknologi Bandung), ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia-Yogyakarta, sekarang Institut Seni Indonesia), Universitas Trisakti-Jakarta dan Institut Kesenian Jakarta. 1980-an peran kreativitas dari desainer grafis banyak keterlibatannya dan konstribusinya dalam hadirnya sebuah identitas visual sebuah perusahaan yang khas serta penerapannya secara terencana dan teratur. (Sularko, dkk. 2008: 6,7).
Fungsi logo
Fungsi logo adalah sebagai berikut (Rustan, 2009: 13):
• Identitas diri. Untuk membedakannya dengan identitas milik orang lain
• Tanda kepemilikan. Untuk membedakannya dengan milik orang lain
• Tanda jaminan kualitas
• Mencegah peniruan/ pembajakan.
Jenis dan Klasifikasi logo
Jenis Logo
Saat ini banyak sekali jenis logo yang beredar di masyarakat. Tapi pada dasarnya logo terbagi atas Logotype, yaitu logo yang menggunakan wordmark (kata/ nama dengan unsur tipografi), Logogram, yaitu logo yang menggunakan ikon (ilustratif atau inisial), serta jenis logo yang merupakan penggabungan antara keduanya, sehingga menjadikan logo tampil komplit. Yasaburo Kuwayama mengkategorikan logo menjadi empat jenis
• Berbentuk huruf (Alphabet);
• Lambang-lambang, angka-angka (Symbols, numbers);
• Bentuk yang serupa dengan objek aslinya (Concreate forms);
• Bentuk abstrak (Abstract forms).
Dalam bukunya “Trademarks & Symbols of The World”, Yasaburo Kuwayama membagi trademark menjadi empat jenis. Pertimbangan Kuwayama dalam membuat pengkategorian ini adalah semata-mata dilihat dari segi penampilan fisik, bukan dari maknanya. (Rustan 2009: 22) Dilihat dari segi konstruksinya, logo pada umumnya terbagi menjadi tiga jenis yaitu
• Elemen gambar dan tulisan terpisah (picture mark dan letter mark).
• Bisa disebut gambar, bisa juga disebut tulisan/ saling berbaur (picture mark sekaligus letter mark).
• Elemen tulisan saja (letter mark). (Rustan 2009: 22).
Saat ini banyak sekali jenis logo yang beredar di masyarakat. Tapi pada dasarnya logo terbagi atas Logotype, yaitu logo yang menggunakan wordmark (kata/nama dengan unsur tipografi), Logogram, yaitu logo yang menggunakan ikon (ilustratif atau inisial), serta jenis logo yang merupakan penggabungan antara keduanya, sehingga menjadikan logo tampil komplit.
Klasifikasi Logo
Sejak dulu orang mencoba mengklasifikasikan jenis-jenis logo, berikut adalah beberapa di antaranya: klasifikasi logo menurut Alina Wheeler, penulis buku “Designing Brand Identity” logo dapat dibagi menjadi beberapa kategori, namun batasan antar kategori itu sifatnya fleksibel. Satu logo bisa termasuk dalam beberapa kategori sekaligus. Pertimbangannya dalam membuat pengkategorian ini adalah semata-mata dilihat dari segi penampilan fisiknya, bukan dari maknanya. (Rustan, 2009: 22).
Pengklasifikasian Per Mollerup berbeda dan jauh lebih kompleks, karena menurutnya klasifikasi yang ideal harus mempunyai perbedaan yang tajam dan jelas antara masing-masing ketegori. Di dalam buku yang ditulisnya “Mark of Excellence”, ia mendasari klasifikasinya dari sudut semiotic, logo sebagai sign. Logo tidak hanya dilihat dari segi penampilan fisiknya namun juga dari segi maknanya. (Rustan, 2009: 22).
Pertimbangan dalam membuat logo
Di dalam membuat sebuah logo, tentunya banyak hal-hal yang perlu diperhatikan hingga tujuan awal pembuatan logo tersebut dapat tercapai. Menurut David E Carter, pakar Corporate Identity, dan penulis buku “The Big Book of Logo" jilid 1, 2, dan 3 dari Amerika, pertimbangan-pertimbangan tentang logo yang baik itu harus mencakup beberapa hal sebagai berikut
• Original dan distinctive, atau memiliki ciri yang khas, unik, memiliki daya pembeda yang jelas dengan logo lain.
• Legible, atau memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi ketika diaplikasikan ke dalam berbagai ukuran dan media promosi yang berbeda-beda.
• Simple atau sederhana, artinya mudah ditangkap dan dimengerti dalam waktu yang relatif singkat.
• Memorable, atau mudah diingat karena keunikannya dalam waktu yang relatif lama.
• Easy associated with the Company, dimana logo yang baik mudah untuk dihubungkan atau diasosiasikan dengan jenis usaha dan citra suatu perusahaan atau organisasi.
• Easily adabtable for all graphic media, di sini faktor kemudahan mengaplikasikan (memasang) logo baik yang menyangkut bentuk fisik., warna maupun konfigurasi logo pada berbagai media grafis perlu diperhitungkan pada saat proses pencanangan. Hal itu untuk menghindari kesulitan-kesulitan dalam penerapannya. (Kusrianto, 2006: 234)
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat logo antara lain (Safanayong, 2006) :
• Tipografi. Cukup banyak logo yang berhasil hanya dengan menggunakan tipografi. Entah itu serif/ sans serif atau jenis font lainnya. Penggunaan tipografi dapat memberikan semacam “emosi” kepada mereka yang melihatnya. Setelah kita menemukan jenis tipografi yang cocok dengan apa yang ingin kita wakili, barulah kita masuk pada masalah warna.
• Warna adalah salah satu hal yang sangat krusial dalam pembuatan logo, karena apabila warna yang kita gunakan salah, bisa-bisa pesan dan emosi yang kita ingin sampaikan kepada masyarakat menjadi kacau dan rancu. Warna logo sebaiknya yang sederhana dan mudah diingat, tapi tetap bisa memberikan ekspresi langsung kepada masyarakat atau konsumen. Selain itu, penggunaan warna yang sederhana dapat menghemat biaya produksi.
• Bentuk. Banyak sekali logo yang bentuknya unik. Akan tetapi perhatikanlah bentuk logo yang ingin kita desain, karena setiap bentuk, baik lurus, siku, bundar, dan lainnya memiliki arti sendiri; bisa pasif, bisa aktif. Misalnya klien kita menginginkan logo untuk sebuah produk sabun, sebaiknya hindari logo dengan bentuk yang keras dan siku
• Keseimbangan. Keseimbangan di sini maksudnya adalah mencari atau menemukan seberapa baik logo yang kita buat. Apabila kita sudah berhasil menciptakan sebuah logo, cobalah untuk memutar atau membolak-balik logo tersebut untuk mendapatkan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa membuat logo lebih berkembang.
• Selera. Hal ini juga cukup menentukan dalam pembuatan sebuah logo mengingat selera setiap orang berbeda-beda dan sangat subyektif.
• Riset. Aspek ini adalah aspek yang paling penting dalam membuat sebuah logo. Ini adalah jawaban kunci dalam membuat sebuah logo yang baik. Riset disini tentunya bukan riset yang hanya dilakukan dalam waktu 1-2 jam, melainkan riset secara penuh. Kita juga harus mengerti perspektif dari pemesan logo. Berbicara dengan klien, orang-orang yang berada di perusahaan tersebut, klien dari perusahaan tersebut, para distributor, kemudian mencari data-data yang akurat tentang perusahaan tersebut, barulah mulai membuat logonya.
• Opini, tidak ada salahnya tanyakan juga pandangan, kritik, dan masukan dari orang lain.
Adapun tahapan umum dalam membuat logo tujuan awal pembuatan logo tersebut dapat tercapai, berikut adalah proses umum yang digunakan dalam mendesain sebuah logo yaitu
• Laporan/ Penjelasan singkat (Brief). Proses desain logo biasanya diawali dengan brief. Pada tahap ini, desainer mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan untuk mendesain logo seperti nama, usaha, jenis usaha, target market, posisi perusahaan (corporate positioning), kompetitor, segmen pasar, dst.
• Riset dan brainstorming. Setelah terkumpul informasi yang dibutuhkan, proses beralih kepada riset serta brainstorming. Pada tahap ini, desainer mulai membangun konsep dan mencari ide.
• Sketsa. Jika sketsa dan ide sudah ada, proses dilanjutkan dengan membuat ragam sketsa dengan pensil dan kertas.
• Computerizing/ Vectorizing. Hasil dari sketsa kemudian ditransfer ke dalam komputer dalam format digital (vector format). Biasanya, gambar hasil sketsa di scan kemudian di tracing ulang menggunakan aplikasi vector seperti adobe illustrator atau Corel Draw.
• Presentase. Tahap selanjutnya adalah mempersentasikan desain kepada klien. Biasanya dalam presentasi desainer menjelaskan konsep dibalik logo yang telah dirancang, penggunaan warna, keluarga huruf (typeface), dsb.
• Revisi. Setelah selesai dipersentasikan, biasanya akan ada revisi (perubahan) pada logo. Hal ini tentu bergantung kepada diskusi pada saat persentasi dengan klien.
2.5.2 Logo dari Irisan (Boolean)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, irisan atau penampang adalah sebuah benda atau bidang yang diiris sama tengah. Jadi, maksud logo dari irisan adalah logo yang terbuat dari irisan atau sebuah bidang yang dipotong sama tengah hingga menjadi sebuah logo. Berikut ada contoh logo dari irisan
2.5.3 Logo dari Ruang Huruf (Counter Space)
Logo dari ruang huruf merupakan salah satu seni atau cara membuat logo secara unik dengan menyisipkan sebuah gambar dalam sebuah atau beberapa huruf. Berikut contoh logo dari ruang huruf :
2.6 Data gambar
2.6.1 Komunikasi Data
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat, seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, sepeti internet. Pada dasarnya komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi di antara dua titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan switching, bisa antara komputer dan komputer, komputer dengan terminal, atau komputer dengan peralatan, atau peralatan dengan peralatan.
Komponen Komunikasi Data :
• Pengirim, perangkat yang mengirimkan data
• Penerima, perangkat yang menerima data
• Data, informasi yang akan dikomunikasikan
• Media pngiriman, media atau perantara yang digunakan untuk melakukan pengiriman data
• Protokol, aturan-aturan yang berfungsi sebagai penyelaras hubungan
Jenis Komunikasi Data.
Ada dua buah jenis komunikasi data yang dapat dibedakan sesuai media penghubungnya, yaitu :
• Melalui Alat (Device), Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai jalur akses. Komunikasi data jenis ini membutuhkan biaya yang cukup banyak. Contoh : Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
• Melalui Satelit, Menggunakan satelit sebagai jalur akses. Biasanya jangkauan yang dapat dicakup lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak mungkin terjangkau melalui alat (device), namun waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses komunikasi lebih panjang. Selain itu, komunikasi melalui satelit juga seringkali mengalami gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari. Sehingga komunikasi yang dilakukan pada malam hari seringkali tersa lebih baik jika dibadingkan dengan siang hari.
2.6.2 Format File dan Metoda Kompresi
Format File
(Ekstensi File) adalah huruf yang terletak setelah tanda titik pada nama sebuah file. Contohnya azin.jpg, ”azin” adalah nama file sedangkan ”jpg” adalah ekstensi file (format file) yang merupakan salah satu format file gambar.Ketika bekerja dengan Adobe Photoshop, ada beberapa pilihan untuk menyimpan dokumen tersebut dalam berbagai format file dan kompresi. Bagi para perancang grafik (graphic designer) pemula, mungkin merasa sulit membedakan antara format yang satu dengan yang lain. Terkadang juga salah dalam memilih format file tersebut, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan. Juga memang, masing-masing format file tersebut harus digunakan secara tepat. Sebagai contoh, untuk keperluan web Anda disarankan menggunakan format file jpg, png, maupun gif.
Macam-Macam Ekstensi (Format File) :
• EXE = File aplikasi (executable), Hanya bisa dibuka di sistem operasi windows
• DOC = File Dokumen, Dapat dibuka dengan MS Word
• ICO = File untuk Icon Gambar, Dapat dibuka dengan semua aplikasi untuk edit gambar icon.
• PSD = File Image, File Photoshop Dapat dibuka dengan aplikasi Adobe PhotoShop.
• MP3 = File Audio, Dapat dibuka dengan aplikasi audio seperti Winamp, Windows Media Player atau yang lainnya.
• PNG = Portable Network Graphic PNG, adalah salah satu format yang menggabungkan kehebatan dari JPG dan GIF. Gambar tipe ini juga dapat menampilkan gradasi dan juga mampu support hingga 24 bit warna. Extensi : *.png Warna Maximum : 24 bit (16,7 juta warna) Kegunaan : Menampilkan object dalam halaman web/desain blog. Keunggulan : Latar belakang/Background transparan dengan pinggiran yang halus. Kelemahan : Memiliki ukuran file besar. Kesimpulan : Format / ekstensi gambar ini sangat cocok untuk latar belakang blog yang transparant.
• GIF = Graphic Interchange Format, Format gambar ini adalah jenis yang hanya mampu menampilkan 256 warna saja. Namun tipe gambar ini mampu memainkan animasi sederhana. Jadi sangat cocok untuk banner sebuah web. Extensi : *.gif Warna Maximum : 8 bit (256 warna) Kegunaan : Animasi dan banner Keunggulan : File berukuran kecil, transparans, animasi Kelemahan : Tidak cocok untuk fotografis Kesimpulan : Graphic Web dengan area warna flat/datar
• WAV = File Audio, Dapat dibuka dengan aplikasi audio seperti Winamp, Windows Media Player atau yang lainnya.
• MPG/MPEG = File Video, Dapat dibuka dengan aplikasi video seperti Windows Media Player atau yang lainnya.
• AVI = File Video (Biasanya digunakan untuk format DVD), Dapat dibuka dengan aplikasi video seperti CyberLink PowerDVD atau yang lainnya.
• FLV = File Flash Video, Dapat dibuka dengan aplikasi video flash seperti Total Video Player, FLV Player atau yang lainnya.
• PDF = File Dokumen dari Adobe, Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Adobe Acrobat Reader.
• TXT = File Teks, Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Notepad, Wordpad atau yang lainnya.
• LOG = File Log, Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Notepad, Wordpad atau yang lainnya.
• ASM = Source Code Pemrograman Assembly, Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Notepad, Wordpad atau yang lainnya
• RAR/ZIP = File Kompresi, Dapat dibuka dengan aplikasi seperti WinZip atau WinRar.
• REG = File Registry, Dapat dibuka dengan aplikasi Regedit atau Notepad juga bisa.
• HTM/HTML/SHTML = File Internet Document, Dapat dibuka dengan Netscape Navigator, MS Internet Explorer, Mozilla Firefox atau yang lainnya
• TTF = File Font, Dapat dibuka dengan aplikasi Font Viewer.
• CDR = File Corel Draw, Dapat dibuka dengan Corel Draw.
• BAT = File Batch, Sebuah file text yang berisi beberapa perintah yang secara segaja untuk di eksekusi oleh command prompt. Dapat dibuka dengan aplikasi Notepad.
Metoda Kompresi
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan kompresi. Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan kompresinya masing-masing
• RLE (Run Length Encoding) Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.
• LZW (Lemple-Zif-Welf) Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.
• CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee. Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.
2.7 Ilustrasi
2.7.1 Resolusi
Resolusi adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan jumlah titik atau pixel yang digunakan untuk menampilkan suatu gambar. Resolusi yang semakin tinggi berarti semakin banyak pixel yang digunakan untuk menyusun suatu gambar, sehingga gambar dapat menjadi lebih jelas dan tajam.
Pixel adalah bagian terkecil dari gambar yang ditampilkan oleh perangkat-perangkat seperti monitor, televisi, dan proyektor. Pixel memiliki bentuk persegi. Istilah pixel sendiri merupakan singkatan dari "Picture Element". Barisan pixel-pixel yang sangat kecil menyusun gambar yang akhirnya bisa kita lihat pada layar.
Resolusi biasa ditulis dengan format "(banyak pixel secara horizontal)×(banyak pixel secara vertikal)". Contohnya resolusi 1920×1080 berarti digunakan pixel sebanyak 2073600 untuk menampilkan gambar, dengan 1920 pixel sebaris secara horizontal dan 1080 pixel sebaris secara vertikal.
Selain dipengaruhi oleh resolusi, tentunya ketajaman suatu gambar juga dipengaruhi oleh ukuran gambar yang ditampilkan. Untuk layar dengan resolusi yang sama, gambar pada layar yang lebih kecil tentunya akan terlihat lebih tajam dibandingkan dengan gambar pada layar yang lebih besar, sebab pixel-pixel menjadi lebih rapat pada layar yang lebih kecil. Selain itu jarak dari mata kita ke gambar juga tentunya mempengaruhi ketajaman gambar, karena semakin dekat maka gambar akan terlihat lebih besar, sebaliknya semakin jauh maka gambar akan terlihat lebih kecil.
Beberapa resolusi-resolusi yang biasa dikenal saat ini, antara lain:
• 720×480 : DVD, D-VHS, miniDV, Digital
• 1280×720 : Blu-ray, HD DVD
• 1440×1080 : HDV
• 1920×1080 : HDV, HD DVD, Blu-ray, AVCHD, HDCAM SR
• 1998×1080 : 2K Flat
• 2048×1080 : 2K Digital Cinema
• 4096×2060 : 4K Digital Cinema
• 7680×4320 : UHDTV
• 15360×8640 : 16K Digital Cinema
0 komentar:
Posting Komentar