1. etika dalam membuat web science
- Jangan menyindir, menghina, melecehkan, atau menyerang pribadi seseorang/pihak lain
- Jangan sombong, angkuh, sok tahu, sok hebat, merasa paling benar, egois, berkata kasar, kotor, dan hal-hal buruk lainnya yang tidak bisa diterima orang.
- Menulis sesuai dengan aturan penulisan baku. Artinya jangan menulis dengan huruf kapital semua (karena akan dianggap sebagai ekspresi marah), atau penuh dengan singkatan-singkatan tidak biasa dimana orang lain mungkin tidak mengerti maksudnya (bisa menimbulkan salah pengertian).
- Jangan mengekspose hal-hal yang bersifat pribadi, keluarga, dan sejenisnya yang bisa membuka peluang orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan hal itu.
- Selalu memperhatikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Artinya jangan terlibat dalam aktivitas pencurian/penyebaran data dan informasi yang memiliki hak cipta.
- Jika mengutip suatu tulisan, gambar, atau apapun yang bisa/diijinkan untuk dipublikasikan ulang, selalu tuliskan sumber aslinya.
2. konten yang harus di utamakan dalam web science adalah kita harus memiliki
- harus memiliki database tentang artikel yang akan kita share
- web tersebut harus memiliki home page yang menarik, yang mudah di baca atau dipahami setiap orang yang membaca nya, didalam home page tersebut di muat oleh pokok menu dari setiap konten.
- harus terdapat konten yang membahas tentang peristiwa terbaru dalam kehidupan.
- dalam web tersebut harus memiliki cantact page atau halaman yang digunakan untuk sarana bertanya oleh pengguna ke pembuat atau admin dari web tersebut
- harus memiliki konten untuk dapat membagikan isi dari web tersebut ke media media lain, seperti sosial media
- menyediakan konten untuk dapat mengkonversikan artikel kedalam bentuk pdf agar pengakses dapat mudah menyimpannya atau secara langsung mencetaknya
3. bagaimana meta data nya
Oleh karena sebagian besar sesumber informasi di Web menggunakan format HTML, maka sebagian besar metadata untuk sebuah halaman Web akan tersimpan pada bagian <header></header>. Pada bagian <header> tersebut, HTML sudah menyediakan sebuah elemen yang bernama <meta> dengan pilihan meta default, antara lain: charset, content, http-equiv, name, atau scheme. Nilai yang dapat secara bebas diberikan, tanpa constraint nilai tertentu, adalah name. Dengan namekita dapat memasukkan “keywords”, “description”, “author”. Namun ketersediaan meta tersebut sangatlah tidak mencukupi untuk memberikan sesuatu informasi lain yang memperkaya content. Pada HTML5, kita juga dapat mendefinisikan elemen-elemen baru sesuai dengan kebutuhan. Dan fasilitas ini tentunya dapat digunakan untuk mendefinisikan metadata. Namun agar dapat dikenal oleh banyak orang atau mesin, maka metadata harusnya bersifat terbuka dan diakui oleh banyak komunitas. Ini adalah salah satu prinsip dalam Semantic Web.